|
GAMBAR
poster
grafiti
KomiK
KATA-KATA
artiKEL
poeSI
CERITA
LAGU
|
 |
CERITA
Mimpi, kenyataan dan yang terpinggirkan
oleh Exi Wijaya
Maret 2000 kami Rapala sebagai organ lingkungan di randublatung,..berkumpul
umtuk membahas satu ide tentang pembentukan hutan sebagai tempat belajar
seluruh komponen masayarakat pinggiran hutan untuk mengenal lingkungan
hutan sebagai kesatuan ekosistem yang saling mendukung dan mempengaruhi.
Ini kami lakukan karena akibat dari kesadaran masyarakat pinggiran hutan
semakin rendah akan pentingnya kelestarian hutan, akinat dari syistem
undang undang kehutanan buatan Orde baru yang meminggirkan masyarakat
pinggiran hutan sebagai komonitas yang perlu dipinggirkan.
Setelah hancurnya rezim orde baru dan ketidak mampuan rezim penggantinya,
sehingga euforia masayarakat hutan diekspresikan dengan menjarah ribuan
hektar yang ada di lingkungan randublatung sebagai bentuk perlawanan sekaligus
sebagai pemenuhan kebutuyhan ekonomi akibat perlakuan system orde baru
yang memiskinkan mereka sebagai masayarakat pinggiran hutan,...itu semua
karena mereka tidak pernaha dilibatkan untuk megelola hutan. Jadi membuat
mereka enggak merasa memiliki hutanya.
Kami di sini sadar bahwasanya semua ini adalah tindakan keliru, karena
penjarahan tidak akan menyelesaikan persoalan pelestarian lingkungan hutan.
Toh itu semua ketika penjarahan hutan berlangsung hanya menguntungkan
para pemilik modal,..bos bos kayau tumbuh sebagai penadah kayu jati yang
membuat mereka seperti raja raja kecil di komonitas randublatung. Sebenarnya
ketika masyarakat pinggiran hutan mengambil kayu yang ada dihutan itu
bisa untuk memenuhi kebutuhanya,..itu jelas akan meningkatkan taraf hidup
masayarakat. Yoh itu ahirnya hanya menguntungkan para pemilik modal. Sehingga
masayarakat pinggiran hutan tetap hidup dalam kemiskinan.
Berangkat dari permasalahan diatas kawan kawan sepakat untuk membuat suatu
perencanan pengelolaan hutan yang melibatkan semua elemen baik itu pemerintah,
masayarakat pinggiriran hutan ataupun kamio sebgai komonitas lingkungan.
kami mencoba menawarkan perencanaan tersebut ke PT Perhutani sebagai BUMN
yang bertugas untuk mengelola hutan utnuk bersama sama mewujudkan hutan
sebagai tempat belajar bersama untuk mengenal lingkungan.
Pihak perhutani sepakat dengan dengan rencana untuk mewujudkan hutan sebagai
tempat belajar bersama mengenal lingkungan. Sedangkan konsep perencanaanya
itu semua di serahkan pada kami sebagai pionir gagasan tersebut. Dan ahirnya
kami seluruh anggota rapala sebagai organ lingkungan di wilayah randublatung
merangkul semua potensi yang ada dimasayarakat untuk bekerja secara sukarela
merencanakan konsep hutan sebagai tempat belajar.
Dan kami berkumpul unruk mendiskusikan konsep semacam apa yang bisa membuat
hutan sebagai wahana pembelajaran masayarakat dan generasi muda di lingkungan
kami khususnya dan lingkungan indonesia umumnya. Untuk itulah kami sering
berkumpul untuk berdiskusi dan tukar pikiran serta pengalaman yang ada
untuk mewujudkan rencanaitu.
Ahirnya kami sepakat untuk membuat suatu perencanaan :
1. kawasan yang akan ditanami dengan tumbuh tumbuhan yang bisa hidup di
kawasan hutan randublatung.
2. Penangkaran kewan hewan liar yang ada di kawasan hutan randublatung
seperti kijang, merak, landak, dan kemungkinan binatang lain yang bisa
kami tangkarkan.
3. Camping ground,..sebagai pusat aktivitas generasi muda yang suka lingkungan
untuk mengenal hutan sebagai tempat belajar bersama untuk mengenal lingkungan.
4. Membangun tempat belajar tentang sejarah hutan dari jaman sebelum kolonial,
kolonial belanda jepang,..packa kemerdekaaan sampai sekarang.
5. sarana rekreasi dalam bentuk kolam pancing, kereta kuno dari jaman
jepang yang disebut lori,..kolam renang taman bermain,.tempat olahraga
di alam terbuka, perpupustakaan lingkungan,..literatur tentang tanaman
tanaman dan hewan hewan yang ada di lokasi.
6. untuk memberdayakan ekonomi masayarakat sekitar hutan kami juga merencanakanuntuk
mengajak masayarakat membuka kios kios warung disekitar lokasi.
7. Tempat pembenihan tanaman hutan seperti jati, mahoni dan tanaman lain
yang bisa kami kembang biakan di lokasi
8. Membangun tempat pertemuan di alam untuk diskusi bagi para pencinta
lingkungan.
9. Dan semua konsep perencanaan ini oleh pihak PT Perhutani disediakan
lahan seluas 14 hektar,..yang terletak 1km sebelah utara randublatung.
Semua perencanaan ini sudah kami buat dalam bentuk gambar dan alokasi
dana yang dibutuhkan yang meliputi gambar masterplan dan masing masing
plot. Dan kami juga sudah menyerahkan gambar beserta perencanaanya ke
pihak PT Perhutani pada bulan mei 2000.
Setelah kami ajaukan dan kami tunggu untuk realisasi, ternyata sampai
ahir tahun 2000 dari pihak PT Perhutani tidak ada tanggapan untuk segera
mewujudkan perencanaan yang kami buat.
Ketika PT Perhutani lama enggak kasih tanggapan tentang semua yang kami
ajukan membuat kami sadar bahwasanya itu semua hanya mimpi yang terlalu
tinggi untuk diwujudkan di lingkungan kami, dan itu membuat kami sdikit
pesimis bahwa rencana kami itu bisa terrealisasi.
Hari demi hari telah berlalu sehingga enggak terasa waktu sudah berjalan
selama 3 tahun setelah pengajuan perencanaan ke pikah PT Perhutan. Suatu
hari di tengah hujan menguyur dengan derasnya disertai kilatan petir dan
gemuruh halilintar kami dikejutkan dengan diadakanya pertemuan di tingkat
kecamatan untuk membahas dan sosialisasi tentang perencanaan pembuatan
hutan kota diwilayah randublatung. Dan waktu sosialisasi perencanaan hutan
kota yang digunakan itu adalah gambar masterplan dan poerencanaan konsep
beserta tempatnya itu sama persisi dengan apa yang kami ajukan 3 tahun
yang lalu. Sanngat ironis kami selaku perencana dan konseptor tentang
hutan sebagai tempat belajar untuk mengenal lingkungan dan memberdayakan
masayarakat pinggiran hutan sama sekali tidak dilibatkan.Itu yang sangay
membuat kami merasa kecewa dan dilupakan oleh perhutaniu beserta aparatur
pemerintahan di wilayah kabupaten blora. Seolah olah merekalah yang pembuat
gagasan hutan sebagai tempat belajaar dan hanya mengganti nama menjadi
hutan kota.
Terus apa yang bisa kami lakukan,...mereka jelas di pihak pemilik modal
dan aparur pemerintah,..dan kami hanya komonitas kecil dipinggiran hutan
yang mencoba menyelamatkan hutan dari kerusakan yang semakin lama semakin
parah.
Sebenarnya kmai bisa komplain dengan pihak PT Perhutani dan aparat pemerintah.,
karena kami sebagai pembuat gagasan dan rencana sama sekali tidak diberitahu
dan dilibatkan untuk merealisasikan pembuatan hutan kota nama yang mereka
berikan. Tapi kami sadar apabila kami melakukan complain kepihak - pihak
yang tersebut diatas itu malah akan menghambat proses pembangunan apa
yang mereka namakan hutan kota. dan yang lebih penting lagi sebenarnya
kami juga cukup bersukur dengan dibangunnya apa yang mereka namakan Hutan
kota yang nyata-nyata bahwa sebenarnya mereka telah menjiplak konsep perencanaan
hutan sebagai tempat belajar bersama untuk mengenal arti pentingnya ecosistem
hutan untuk kelangsungan hidup umat manusia. Itu berarti bahwa rencana
yang awalnya membuat kami pesimis sebentar lagi akan segera terwujud karena
pada dasarnya walaupun pihak perhutani tidak melibatkan kami, masyarakat
sekitar hutan tahu bahwa konseptor awal pembuatan " HUTAN KOTA "
adalah Kawan-kawan Rapala.
kami sudah merasa senang ketika gagasan kami bisa diwujudkan,..itu terbukti
dengan sudah dilaksanakanya tahap awal pembuatan hutan kota dengan penanaman
pohon sekitar 250 jenis pohon sebanyak 15.000 pohon yang ditananam didalam
kawasan hutan kota yang sudah di pagari seluas 14 hektar. Dan penanaman
pohon ini sebagai tahap awal bentuk rehabilitasi lingkungan hutan yang
sudah hancur. Dan proses perencanaan penanaman pohon akan di laksanakan
selama lima tahun.
Dengan penambahan koleksi koleksi tanaman setiap tahun.
Itu semua juga kmai tahu bukan dari pihak Pt Perhutanai tetapi dari masayarakat
sekitar hutan yang tahu tentang perencanaan dari PT POerhutani untuk membuat
hutan kota.
Kaalu ini bisa terlealisasi sebenarnya kmai sudah cukup senang,.tetapi
kami akan sangat kecewa ketika proyek ini hanya menguntungkan pemilik
modal untuk memperoleh keuntungan rtetapi manfaata yang bisa dinikmati
masayarakat pinggiran hutan itu nihil.CIPTAKAN DUNIA BARU YANG BAGUS UNTUK
SEMUA KEHIDUPAN
Penulis terlibat gerakan lingkungan anak seribu pulau dan rapala
exi dan juwadi
|
 |