|
CATAAN JADWAL PRODUKSI
Dana sebesar $15,000 telah diterima untuk mendanai proyek ini, dengan
harapan dana yg lebih besar akan datang. Berikut ini adalah jadwal
produksi yang kami harap kawan-kawan tim Indonesia (yaitu TBI, GSBI,
dan Offstream) akan menanggapi dengan usulan, pertanyaan, atau apapun
masalah yang kalian memenuhi lebih dulu dalam proyek collaborasi
ini.
Oleh karena ini catatan dibawah ini kami menyiapkan penjelasan tentang
isinya di “Production schedule” (Jadwal Produksi).
MEMPERKENALKAN TIM CREATIF
DARI ARTV:
Saat ini ada 5 orang dari ARTV yang akan ikut dalam kollaborasi
ini. Yaitu:
- Rebecca Conroy
- Paula Brand
- Davor Opacek
- Mark Taylor
- Jo Winchester
Tiga orang lagi juga akan bergabung sebagai tim teknis, mereka dari
AS, Ingris, dan dua lagi dari Australia (Jason Blakkat, Natasha Jarman,
dan Bel Macedone, Ali Crosby, Keith Shanti Sankara). Untuk saat ini
kami masih menunggu konfirmasi dari mereka.
PENGINAPAN DAN TEMPAT LATIHAN:
Rumah dengan fungsi ganda adalah tempat yang paling ideal untuk
akomodasi. Kebutuhan Penginapan untuk Tim ARTV + siapa saja dari
crew Production/Teknisi harus memuat paling tidak 10 orang. Akan
lebih praktis jika tempat untuk menginap berlantai dua. Misalkan,
ruang untuk latihan teater dan video bisa di lantai bawah sedangkan
kamar-kamar untuk crew bisa di lantai atas. Kami juga mengharapkan
agar tempat ini akan tetap bisa terus dipakai TBI setelah proyek
ini selasai.
Tentu saja semua ini tergantung dengan kondisi yang ada baik itu
biaya sewa, lokasi, dan ada tidaknya rumah yang dikontrakan sebelum
dimulainya produksi pada bulan Feb. Untuk saat ini kami berpendapat
bahwa daerah Jakarta selatan atau daerah arah ke Bogor paling tepat
(dalam hal biaya, jaraknya yang dekat dari kebanyakan anggotta TBI,
dan cuaca lebih sejuk). Anggaran untuk biaya Penginapan/ruang latihan
adalah 8 juta sampai 9 juta Rupiah. Jika rumah sebesar yang diharapkan
tidak tersedia, kita mungkin harus mencari rumah alternatif yang
lebih kecil.
APA ARTI ISTILAH-ISTILAH BERIKUT?
CREW: (Kru) adalah tim khusus yg ‘berkerja di belakang
layar’. Biasanya ini adalah tim teknisi. Misalnya ‘Video
crew’ adalah orang yg mengambil gambar (camera operator) atau
desain adegan (set designer). Dalam proyek ini, Video crew termasuk
4 orang dari TBI bersama dengan 4 orang dari ARTV yang terlibat
dalam ‘live in’. Dibawah ini ada berberapa contoh dari
tugas-tugas ‘crew’:
- Mencari suber audiovisual, menyeleksi dan mengoperasikan
- Pengoperasian tata lampu dan desainya
- Pengoperasian sound dan desainya
- Bagian Humas
- Mengadakan perlengkapan panggung, membuat panggung serta dekorasinya
- Publikasi serta menejer promosional
- Manejer Produksi (yang mengatur segala macam operasi produksi
termasuk anggaran)
- Manejer Panggung (yang mengatur produksi sebelum dan waktu pentas
berlangsung)
RAPAT PRODUKSI
Pertemuan ini berfungsi untuk memberikan kesempatan dan ruang
berdiskusi untuk ‘crew’ agar persoalan teknis dan manajemen
bisa diatasi. Informasi mengenai segala aspek produksi disampaikaan
kepada anggota-anggota TBI yg berperan di atas panggung (Cast),
dan demikian pula feedbacknya juga harus disampaikan kembali dengan
crew.
TIM DESAIN: Tim ini terdiri dari orang-orang yang terlibat dalam
estetika dan presentasi di atas panggung dan bagian humas (promosi).
Tim ini bertanggung jawab dengan bagaimana elemen-elemen visual,
suara dan iklan tampil dan berfungsi dalam pentas.
EDITING: Proses menyusun/ merapikan (mengedit) dari potongan-potongan
film yang masih mentah menjadi satu bagian jalan cerita video digital
(termasuk penambahan musik dan efek visual).
APA TUJUAN RAPAT AWAL PRODUKSI DIANTARA ARTV DAN OFFSTREAM?
Ada beberapa masalah teknis yang perlu dibahas diantara para
crew produksi ARTV dan Offstream. Masalah teknis yang akan ditegaskan
dalam rapat ini antara lain adalah;
- Mengadakan peralatan editing/lokasi dan cara pemakaianya
- Menyimpan dan menata materi film yang sudah dibuat
- Kegiatan setelah produksi (paska produksi)
- Mendaftar perlengkapan mencari sumber perlengkapan
- Pustaka audiovisual
- Diskusi mengenai akhir jalan cerita dokumentasi
- Menegaskan jadwal ‘shooting filmnya’
Tentunya kita akan membahas hal hal yang diatas melalui email sebelum
produksi dimulai.
APA TUJUAN RAPAT AWAL PRODUKSI DIARTARA
ARTV DAN TBI?
Rapat ini akan diadakan sesudah rapat Offstream, fungsinya supaya
crew ARTV nantinya bisa mengetahui mengenai rincian teknis yang
berhubungan dengan rincian teater. Dalam rapat awal ini kebanyakan
dari kita mungkin akan merasa sedikit canggung dan kurang terbiasa
antara satu sama lainya. Oleh karena itu kita akan membuat perkenalan
yang informal dalam pertemuan ini yang juga bisa kita pakai sebagai
kesempatan untuk menyusun agenda mengenai segala macam hal yang
menyangkut produksi. Misalnya:
- Saling memperkenalan anggota-anggota Tim Creatif masing masing.
- Diskusi mengenai peran dan tanggung jawab crew, metode kerja,
serta isu-isu yang menyangkut komunikasi
- Rincian susulan yang mungkin timbul bisa disampaikan pada acara
‘Selamatan’ semua perserta collaborasi pada tanggal
21 Febuari.
- Konformasi workshop teater serta diskusi selanjutnya.
- Konformasi jadwal latihan teater serta diskusi selanjutnya.
- Perkenalan dengan empat orang TBI yang akan terlibat dalam ‘live
in’ (kemungkin empat orang ini bisa juga menghadiri rapat
produksi dengan Offstream pada hari sebelumnya).
- Hal-hal mengenai anggaran dan produksi manejemen.
Agenda untuk rapat ini akan diselasaikan satu minggu sebelum kami
berangkat, supaya hal-hal yang baru yang kemungkinan muncul bisa
ditambahkan menjelang permulaan produksi/kolaborasi ini.
CARA KERJA YANG BAGAIMANAKAH YANG AKAN
DIPAKAI UNTUK KERJA KOLABORASI INI?
Hal ini merupakan isu yang sangat penting. Kita akan mengembangkan
dan menyempurnakan mode kommunikasi sebelum dan selama produksi
berlangsung. Refleksi (tinjau ulang) pada praktek kerja dan produksi
menjadi bagian dari jadwal produksi yang biasanya akan diadakan
pada setiap latihan atau produksi selesai. Setelah setiap latihan
teater dan pada waktu rapat produksi kita akan membikin kesempatan
untuk ini. Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul dalam kolaborasi
ini, TBI dan ARTV dianjurkan untuk menggunakan proses prosedur formal.
Untuk sementara ini MOU telah diusulkan.
BAGAIMANA KITA MENGATASI MASALAH BAHASA?
Crew international yang bisa berbahasa Indonesia:
- Rebecca Conroy
- Ali Crosby
Crew Indonesia yang bisa berbahasa Inggris:
Selain bahasa perkataan kita juga akan mengembangkan bahasa-bahasa
teatre (bahasa gerakan, suara dan visual bersamaan dengan penciptaan
materi pementasaan. Oleh karena tidak terpakainya bahasa yang umum
di dalam proses ini, maka diharapkan supaya tim kreatif bisa memanfaatkan
situasi ini untuk mengembangkan alternatif berkomunikasi untuk elemen-elemen
dasar pertunjukan dan audio-visual. Workshop teater akan terbentuk
dengan ide ini. Akan ditambahkan beberapa orang yang berbahasa Indonesia
untuk membantu dalam proses latihan teater.
APA ITU ‘LIVE IN’ DAN BAGAIMANA
PENGOPERASIANYA?
Pada dasarnya ‘Live in’ merupakan kesempatan bagi empat
peserta dari TBI untuk menciptakan sendiri dokumentasi mengenai
diri mereka sendiri, dengan bantuan juru film yang berpengalaman
dari ARTV dengan memakai digital kamera video. ‘Live in ‘
juga memberikan kesempatan peserta ARTV untuk bekerja sama dengan
peserta TBI sebagai patner (teknisi dan penyandang perlengkapan)
dalam membuat cerita mereka. Di sini akan terjadi proses belajar
dan mengajar, peserta ARTV akan mendapatkan gambaran mengenai kehidupan
dan mata pencaharian TBI, sedangkan TBI akan diajarkan cara pengoperasian
kamera. ‘Live in’ ini memberikan kedua peserta (TBI
dan ARTV) kebebasan untuk mengakses ‘tokoh’ cerita melalui
tukar menukar ilmu (video) dan pengalaman kehidupan dari tokoh itu
sendiri.
Dua laki-laki dan dua perempuan dari ARTV (Mark Taylor/ Davor Opacek/
Paula Brand/ Jo Winchester) akan berpartisipasi dalam ‘Live
in’. Sebelum proyek dimulai, anggota-anggota TBI akan berdiskusi
dan memilih empat peserta dari TBI. Empat orang yang dipilih ini
akan dinamakan ‘TBI Video Crew’. Perlu diketahui bagi
empat orang yang terpilih ini bahwa komitmen terhadap workshop kamera
dan editing mungkin akan bertabrakan jadwalnya dengan kedua teatre
workshop, mengingat kedua kegiatan ini berlangsung pada waktu yang
bersamaan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses
memilih video crew adalah:
- Daerah tempat tinggal antara perserta satu dengan yang lain
tidak terlalu jauh
- Macam-macam isu dan konteks yang mewakili peserta itu
- Kepekaan lingkungan tempat tinggal mereka terhadap orang asing
- Kemudahan pengadaan akomodasi untuk satu atau dua orang
- Isu keamanan dan kesehatan untuk kedua peserta (ARTV dan TBI)
- Idealnya dua perempuan dan dua laki-laki, untuk mempermudah
pengaturan tempat tinggal, (supaya isu ‘gender’ tidak
timbul )
Informasi yang lebih lengkap akan dipertegas setelah kedua tim
mempunyai cukup waktu untuk mempertimbangkan faktor-faktor di atas.
TBI video crew akan bertemu untuk ‘video workshop’ tanggal
22 Febuari. Dalam workshop ini perserta akan diberikan pengantar
dalam mengoperasikan kamera dan membuat jalan cerita berdasarkan
ide buruh TBI, dengan pengambilan gambar (film) yang berencana.
Ide-ide dari setiap buruh, yang berupa dokumentari 5 menit, harus
dibahas sebelum proyek dimulai. Hal ini berguna agar waktu workshop
bisa difokuskan untuk pembuatan ‘storyboard’, recana
pengambilan gambar dan latihan penggunaan kamera (lihat catatan
dibawah).
Peserta TBI dengan peserta ARTV akan mengatur waktu pengambilan
gambar dan lokasi serta hal-hal teknis yang menyangkut akomodasi
untuk peserta ARTV (dengan catatan menyesuaikan jadwal kerja peserta
TBI). Misalnya buruh yang kerja malam akan menpunyai jadwal film
yang berbeda dengan buruh yang kerja siang. Peserta TBI boleh membahas
dengan perserta ARTV mengenai pengunaan waktu mereka selama mereka
bekerja, misalnya mengunjungi daerah lokal atau teman mereka. Setiap
tim akan dikunjungi oleh petugas kamera lain dalam minggu itu dan
membuat dokumentasi kerja-sama tim TBI/ARTV di tempat lokasi. Peserta
ARTV juga bisa kembali ke tempat basis jika hal itu diperlukan.
BAGAIMANAKAH KAMERA WORKSHOP BEROPERASI?
Workshop ini akan diadakan hari minggu pertama dalam jadwal produksi,
bersamaan dengan teatre workshop. TBI Video Crew diwajibkan datang
dengan ide cerita yang telah dipersiapkan seperti misalkan:
- Kejadian yang biasanya terjadi di waktu pulang kerja
- Isu kesehatan dan keamanan di tempat kontrakan
- Wawancara dengan tetangga di sekitar kontrakan
- Wawancara dengan buruh lain di pabrik
- Sesuatu yang berhubungan mengenai isu-isu kehidupan buruh
- Puisi atau pengisian suara dalam film
- Bagaimana para buruh pulang dan pergi ke pabrik
- Impian dan cita-cita para buruh
- Suka duka selama bekerja sebagai buruh
- Sedikit mengenai pergerakan buruh
- Kegiatan workshop ini akan meliputi pendemonstrasian segala
hal mengenai pembuatan film, mengoperasikan kamera, ‘storyboarding’
dan pertanyaan wawancara/ voiceover script (pengisian suara dalam
film).
BAGAIMANAKAH EDIT WORKSHOP BEROPERASI?
TBI Video Crew akan diajarkan cara mengedit dasar dengan komputer.
Hal ini melingkup demo mengenai proses editing serta pemindahan
materi dari kamera ke dalam sistim komputer. Peserta-peserta TBI
akan mendapat kesempatan untuk mengoperasikan peralatan film yang
nantinya akan dipergunakan untuk membuat film mereka sendiri. Jika
ada waktu lebih, di saat workshop ini, idealnya setiap peserta bisa
mentransfer sendiri materi filmnya kedalam komputer.
BAGAIMANA CARA KEDUA TEATER WORKSHOP INI
BEROPERASI?
Setiap teater workshop bertujuan memperkenalkan para buruh TBI metode
pementasan menggunakan materi-materi yang ada diseputar kehidupan
para buruh yang nantinya secara tidak langsung akan menjadi dasar
konsep pemikiran naskah akhir. Sebuah tim inti kreatif dari TBI
akan bekerjasama dengan para peserta ARTV untuk menjalankan workshop
dengan menggunakan skill serta permainan yang dikenal oleh tim masing-masing.
Kedua workshop ini punya struktur yang tepat termasuk di dalamnya
perkenalan, musik, improvisas, bercerita, permainan teater (dengan
gerakan badan). Program akhir dari workshop ini disusun sebelum
dimulainya jadwal produksi. Diharap kedua belah pihak memberikan
masukan serta ide mengenai program-program yang bisa dilakukan.
BAGAIMANAKAH REHEARSALS (latihan teater)
BERLANGSUNG
Rehearsals akan disusun untuk mengembangkan materi pentas yang terdiri
dari 8 latihan dan 2 gladiresik (dress rehearsels). Oleh karena
waktunya yang sangat padat, latihan ini memerlukan struktur yang
pasti pula. Setiap pertemuan harus punya tujuan yang jelas dan menghasilkan
hasil yang pasti.
Oleh karena itu, diusulkan bahwa struksur untuk 8 rehearsals dan
2 gladiresik mempunyai tiga taraf:
1. sebelum produksi / perencanaan / ‘conceptual blocking’
(composisi gerak) (rehearsal 1,2,3)
2. produksi / blocking / menulis naskah (rehearsal 4,5,6,7)
3. sesudah produksi / mengintegrasikan teknik, audio-visual, lampu
dan suara (latihan 8 + 2 gladiresik)
Bagaimanapun juga, latihan teater bukanlah hanya suatu proses pembuatan
naskah saja namun, perjalanan pembuatan naskah itu sendiri juga
merupakan sebuah komponen yang sangat penting, yaitu; peserta masing-masing
bertanggung jawab untuk membuat kondisi atau suasana yang layak
untuk bekerjasama di dalam kollaborasi ini. Kondisi-kondisi tersebut
adalah; suasana yang adil, terbuka, mendukung, tak ada keterpaksaan,
tak ada saling menilai antara satu dengan yang lain, demokratis
dan jujur. USULAN REHEARSAL (gladiresik) DIMUKA UMUM DIADAKAN PADA
HARI ‘MAY DAY’
Bagaimana tangapan TBI dan crew mengenai ide rehearsal dimuka umum
di Jakarta, sebagai bagian acara aksi hari ‘May Day’.
Kalau mungkin, ini bisa menjadi kesempatan aksi untuk TBI dan ARTV
menyumbang bagi aksi ‘May Day’ international dan juga
bisa membantu mereka yang masih canggung pentas di depan umum sebagai
latihan. Kesempatan ini juga bisa dipublikasikan untuk umum.
MENGAPA ARTV ABSEN PADA MINGGU KE
7?
Waktu luang untuk tim mereka sendiri sangatlah berguna bagi
kedua tim;
Hal ini dikarenakan oleh tiap tim perlu juga memikirkan dan mendiskusikan
proyek dalam lingkungan, bahasa serta situasi yang biasa bagi mereka,
mengingat perbedaan budaya dan konteks kerjasama yang berlainan
dalam proyek ini. Minggu ini akan memberi kesempatan TBI untuk bekerja
tanpa crew international dan demikian pula crew ARTV bisa menyegarkan
pikiran dan beristirahat dari lingkungan dan budaya yang baru ini.
APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH TBI SEBELUM
PROJEK INI DIMULAI?
Komponen-komponen dari jadwal produksi yang berikut harus dikerjakan
oleh TBI sebelum proyeknya dimulai:
Memastikan akomodasi di daerah Jakarta Selatan/ Bogor untuk crew
international (kira-kira 10 orang)
- Mengumpulkan daftar gedung pertunjukan/ tempat yang memungkinkan
untuk pentas serta biaya sewanya. Kepastian tersebut harus dibuat
setidaknya pada minggu-minggu pertama produksi dimulai.
- Memilih 4 peserta TBI untuk menjadi video crew
- Memilih 2 buruh TBI yang bisa bekerja secara full time (gaji
akan di berikan, menurut dana yang terhimpun).
- Pertemuan secara rutin diantara anggota TBI dengan para ketua
GSBI
- Mengembangkan ide-ide pementasan/ materi-materi naskah
- Memilih paling tidak 25 anggota TBI untuk berpartisipasi dalam
proyek ini
- Ikut serta dalam pembentukan MOU diantara TBI dan ARTV
- Menyumbang ide-ide untuk teater workshop, misalnya permainan
dan lagu-lagu yang bisa dipakai untuk membuat suasana akrab serta
mengembangkan materi-materi pentas
- Penelitian mengenai biaya-biaya yang perlu dikonfirmasikan
(lihat lampiran)
- Berhubungan dengan para seniman yang tertarik guna membantu
dalam mendisain serta cetak untuk materi publikasi
- Melobi organisasi-organisasi yang kira-kira bisa mendukung proyek
ini (misalnya; NGO, union (serikat buruh), seniman, organisasi
seni dan teater)
- Persiapan dalam bidang logistik (kerjasama dengan Offstream
untuk mendapat materi serta peralatan yang diperlukan untuk proyek
ini)
- Pembukuan mengenai peralatan/ materi/ kebutuhan/ pengeluaran
untuk proyek ini di Indonesia
Tugas-tugas tambahan akan menyusul kalau diperlukan. Kebanyakan
dalam tugas-tugas memerlukan kerjasama antara TBI dan GSBI atau
Offstream. Hal ini sebaiknya dilihat sebagai komponen yang penting
dan wajib dari kollaborasi ini untuk TBI dalam bekerjasama dengan
organisasi pendukung.
|
intro
produksi
bantuan
foto
kontak |